0

Ocean Queen Resort #2

Perjalanan ini adalah ke dua kalinya ke tempat ini. Tepatnya pas tanggal 1 Januari 2013.  Di saat semua orang berencana pulang ke rumah setelah merayakan tahun baru, kami justru baru berangkat untuk menyepi ke tempat ini. Saat di jalan, menuju Pelabuhan Ratu, banyak jalan yang dibuat satu arah untuk menghindari kemacetan arus balik tahun baru. Tapi buat kami yang baru berangkat, ya tidak mengalami kemacetan.

anak-anak berangkat

argia bobo

Ini untuk pertama kalinya, kami membawa Argia yang baru saja berumur 2 bulan, pergi jauh. Mumpung masih ASI Eklusif, jadi perlengkapan yang di bawa tidak banyak. Saya hanya perlu membawa gendongan dan bouncer. Simpel kan! Nah, justru perlengkapan Kakak Aurinko-lah yang paling banyak dibawa. Dari mulai mainan sekop-sekopan, rompi renang, cemilan, topi, hingga Mau-Mau si guling kepala singa kesayangannya.

Sesampainya di sana, tidak banyak yang kami lakukan, karena hujan besar. Jadi kami hanya main-main di kamar saja, sedangkan Argia sibuk nenen dan tidur terus. Untuk pertama kalinya ngajak baby umur 2 bulan itu rasanya seru banget. Dalam perjalanan Argia anteng banget. Sepanjang perjalanan Argia duduk manis di car seat, lalu tertidur, dan bangun kalau mau nenen saja. Mungkin karena kondisi jalannya yang naik turun dan belak belok membuatnya nyaman untuk tidur. Tertolong banget sama yang namanya car seat, selain aman, saya nggak pegel harus menggendong setiap saat.

Di Resort ini kamar mandinya hanya ada shower saja. Nah, gimana caranya mandiin Argia yang masih bayi? Saya juga sengaja tidak membawa bak mandi karena repooooooot kan. Jadi, yuk, mari kita gunakan wastafel! Tapi sebelumnya, dibersihkan dulu yah wastafelnya, lalu barulah dikasih air hangat. Argia juga nggak masalah sama wastafel yang dipake buat mandi kok. Yang penting bisa kecepak-kecipuk.

Pagi harinya, matahari mulai bersahabat. Segeralah kami menuju pantai untuk berjemur! Nggak lupa bawa kain untuk alas di pasir, bouncer untuk Argia duduk santai, cemilan, topi, dan mainan sekop-sekopnya Aurinko. Nah, di saat Aurinko asyik main pasir-pasiran dan lari-larian, Argia tiba-tiba ngerengek, dan pertanda pengen nenen J Daripada balik ke kamar, ya udahlah ya, nenen aja di pinggir pantai pake apron menyusui. Kapan lagi sih nenen di pantai? Sejauh mata memandang, lagi-lagi pantai ini sungguh private, karena di sini hanya ada penghuni Resort. Tidak seperti pantai Pelabuhan Ratu lainnya yang bisa dikunjungi oleh siapa saja. Oh iya, kalau kita menginap di cottage, kita bisa dapat fasilitas bale-bale yang ada di pinggir pantai, loh. Tapi kalau hanya mengambil yang kamar, tidak bisa mendapat fasilitas bale-bale atau gazebo, cukup pantai yang bersih dan nyaman xixixixi.

Fotor062811480Fotor0628114258

Habis main-mainan di pasir, matahari juga udah mulai naik, sekarang saatnya pindah ke kolam renang. Rasanya pengen juga ikutan berenang, tapi ya nggak mungkin lah ya, Argia mau dititipin siapa juga? Jadi saya dan Argia Cuma duduk manis di gazebo sambil sarapan. Nah, kalau Argia sih tidur lagi deh.

Nah, lagi-lagi kalau sudah berada di Resort ini, rasanya nggak pengen pulaaaaang! Nyamaaaaan banget! Tapi yah karena Papah Ophan harus ngantor, jadilah pulang, hiks..hiks..hikss….

Perjalanan pulang seperti biasa tidak begitu macet, tapi begitu sampai di jalan raya Sukabumi, mulai deh padat merayap. Tapi kita punya jalur alternatif yang nantinya bisa sampai di Bogor. Di jalan alternatif itu ada Kebun Durian Warso yang katanya terkenal. Jadilah kita mampir sebentar, pengen tau enak nggak durennya. Sebelumnya kita foto-foto dulu di duren raksasa. Menurut saya, durennya sih biasa kok, malah lebih enak duren yang di dekat Volvo Pasar Minggu.

Durian WarsoBalik lagi ke Kebun Duren Warso sih nggak pengen, walaupun saya juga gila duren. Tapi balik ke Ocean Queen Resort ini yang bikin ketagihan. Berikutnya, mungkin berikutnya bisa ngajak teman-teman ataupun keluarga besar.

0

Short Trip to Ocean Queen Resort #1

Perjalanan ini udah lama banget, kira-kira setahun yang lalu. Tapi baru sempat sekarang dibuat tulisannya. Perjalanan ke tempat ini nggak pernah direncanain sebelumnya. Pengennya cari pantai buat Aurinko main di pasir, sambil saya bermalas-malasan. Mau ke Bali kok jauh ya, sedangkan Papah Ophan nggak mungkin cuti berhari-hari, begitu juga kehamilan saya yang sudah menginjak 7 bulan. Setelah browsing sana ke mari, dapatlah penginapan dan pantai yang lumayan sepi, yaitu Pelabuhan Ratu. Kedengerannya sih horror banget yah, Pelabuhan Ratu. Tapi dengan niat pengen main di pantai yang deket dan sepi, ya sudahlah berangkat saja.

Penginapannya bernama Ocean Queen Resort. Tepatnya berada di Cisolok, Pelabuhan Ratu. Dengan ditemani Mbah Google, kami pun sampai di Ocean Queen Resort. Jadi Resortnya memang agak jauh dari Pelabuhan Ratu. Kira-kira masih ada 45 menit lagi menuju Resort dengan jalanan yang tidak begitu rata.

Begitu masuk penginapannya, banyak cottage-cottage yang menghadap ke pantai ataupun menghadap ke kolam renang. Namun, karena kami hanya ber3 saja, jadi lebih memilih kamar ketimbang cottage yang terdiri atas 3-4 kamar. Menurut saya, harga per kamarnya juga cukup murah, yaitu Rp. 440.000,- sudah termasuk pajak, namun sarapan pagi tidak disediakan. Setelah masuk ke kamar, saya dan Aurinko cukup puas dengan ukuran kamar yang besar dan yang paling penting bersih.

Setelah merapikan barang-barang di kamar, Aurinko sudah tidak sabar lagi untuk segera bermain di pasir. Aurinko juga sudah siap dengan perlengkapan mainan sekop-sekopan dan saya siap dengan cemal-cemilnya. Kami pun segera pergi ke pantai. Pasirnya hitam, namun bersih sekali, ya kadang-kadang hanya ada sampah pohon-pohonan saja. Saya segera menggelar kain untuk duduk. Ini dikarenakan Aurinko yang masih jijik sama pasir {lebay}. Suasana di pantai dan resort ini sungguh nyaman buat saya dan Aurinko. Tidak ada orang di pantai ini. Memang pantai ini hanya diperbolehkan khusus untuk penghuni resort.

ImageImagePantai Ocean Queen Resort

Setelah selesai main pasir-pasiran di pantai, kami bersih-bersih dan mandi. Nah, setelah itu saatnya mencari makan malam. Tidak ada restoran di sekitar Resort ini. Jadi kami memilih café yang ada di Resort ini. Menurut saya, masakan tradisional di café ini tidak begitu enak, tapi untuk masakan western sudah cukup baik dari segi rasa dan harga. Harganya cukup variatif kok, dari Rp.35.000 hingga Rp.65.000,- per porsi.

Tidak banyak yang bisa dilakukan di malam hari di cottage ini. Di kamar memang tidak tersedia televisi, kalau mau nonton harus di café. Atau bisa juga berjalan-jalan di pantai, tapi karena Aurinko sudah ngantuk, ya nggak bisa menikmati angina malam di pantai.

Keesokan harinya, jam 6 kami sudah ada di pantai. Ya, jalan-jalan di pantai. Katanya udara pantai sangat bagus untuk anak yang alergi. Setelah Aurinko puas main di pasir, sekarang saatnya menjelajah ke kolam renang. Kolam renang di Resort ini tidak terlalu besar, cukup lah untuk bermain-main. Aurinko bisa bolak-balik berenang sama Papah Ophan, sedangkan saya juga berenang dengan ngos-ngos’an, padahal jaraknya pendek banget. Nah, karena sarapan tidak termasuk dari biaya kamar, ya jadi sarapannya pesan dari café aja, sambil sarapan di kolam renang.

ImageJadi kesimpulan untuk menginap di sini sangat direkomendasi. Kami juga masih pengen ke sini lagi di lain waktu. Lebih seru lagi, kalau pergi ke sini dengan keluarga besar dan teman-teman dan menginap di salah satu cottagenya. Oh iya, kalau mau, di sini juga bisa bbq’an loh, peralatan sudah disediakan dari pihak hotel. Nah, yuk ke sini lagi di lain waktu. Yuk, yuk, yuk…