0

Menjadi Ibu Bekerja itu ….

Perempuan mana yang tidak senang menyandang gelar Ibu. Menjadi ibu juga bukan perkara yang mudah. Apalagi menjadi ibu dari 2 anak, 3 anak, dan seterusnya. Jadi ingat Mamah dan Bapak saya yang berasal dari keluarga yang banyak anak. Saya juga nggak habis pikir, bagaimana Mamah saya mengasuh saya dan ke-2 kakak saya. Begitu juga dengan Ibu mertua yang mengasuh ke-4 anaknya termasuk suami saya.

Buat saya menjadi ibu bekerja yang beranak 2 itu susaaaaaah. Saya dituntut harus menjadi ibu yang serba bisa dan memikirkan strategi buat anak-anak (kayak mau perang aja). Itu semua kadang-kadang bisa bikin kepala mau pecah.

Juggling-Mom-by-schlepping3.wordpress.com_Setelah saya kembali masuk ke kantor setelah cuti 3 bulan, saya harus bekerja sama dengan suami saat pagi hari. Sebelum ke kantor, saya harus memandikan dan menyusui Argia terlebih dahulu. Sedangkan suami saya memandikan Aurinko, hingga mengantarnya sekolah yang kebetulan masih di dalam komplek perumahan kami. Jam kantor saya pun jadi berubah sejak ada Argia. (baca: sering telat) Ada kalanya, Aurinko tantrum. Yang kadang pengen mandi sama Mamah-lah, atau pakai baju sama Mamah, dan lain sebagainya. Tapi untungnya, tidak pernah sekali pun Aurinko menolak berangkat ke sekolah. School is always fun buat Aurinko.

Dulu, waktu Argia belum lahir, saya berpikir bagaimana caranya harus ngelonin 2 anak sekaligus. Jangan harapkan suami pulang cepet deh, yah kalau pulang cepet anggap aja itu bonus saya di hari itu J. Anyway, pas awal-awal Argia lahir, saya sempat stres ngelonin 2 anak ini. Yang kecil pengen nenen, yang besar pengen ngedot, nanti tiba-tiba yang besar pingin pipis lagi, dan belum lagi yang besar kadang suka cari perhatian. Tapi dibalik semua itu memang ada pelajaran terbaru yang bisa diambil. Contohnya saja, Aurinko sudah bisa pakai baju piyamanya dan mengancingkan bajunya. Waktu awal-awal saya selalu senewen setiap kali menggantikan baju Aurinko karena pasti dia mengulur-ngulur waktu agar selalu bisa sama Mamahnya. Tapi kan ya nggak bisa ninggalin Argia terlalu lama, pasti dia udah rewel minta nenen juga.  Akhirnya, saya mengharuskan Aurinko untuk memakai bajunya sendiri. Sekarang juga Aurinko bisa pipis ke kamar mandi dan memakai celananya sendiri. Setelah ngelonin 2 anak ini, sudah bisa dipastikan mamahnya ikutan bobo juga.

Kenapa memilih masih bekerja? Setelah Argia lahir, sempat kepikiran pengen resign. Tapi setelah saya masuk kantor lagi, kegalauan resign punah sudah. Buat saya, bekerja kantoran bisa menyeimbangkan pikiran (baca: mengurangi kecerewetan di rumah) Lagipula jarak rumah dan kantor masih bisa ditempuh dalam waktu 40-45 menit. Ditambah jugaaaaa, punya kantor yang gampang izin urusan keluarga, belum lagi punya kerjaan yang nggak beda jauh sama anak-anak yaitu bikin buku anak, eh ditambah lagi, big boss saya sedang off tahun ini, jadi tidak terlalu sibuk urusan kantor. Yah kadang juga saya menggangap bekerja itu “me time”.

Ilust dari http://snd.landmarkgroup.com/product-management-to-motherhood-and-back/
0

5 tahun

Sabtu, 22 Juni lalu, 5 tahun usia pernikahan saya dan Ophan. Tidak ada yang perayaan apa-apa untuk hari itu. Saya juga tidak terlalu banyak berkicau mengenai ulang tahun perkawinan kami, mengingat masih berumur 5 tahun. Malu ah, sama yang udah berpuluh-puluh tahun menikah.

Walau usia pernikahan sudah 5 tahun, tapi sebelumnya masa pacaran kami cukup lama, hampir 7 tahun lamanya. Jadi ingat waktu pertama kalinya Ophan mengajak saya menikah. Kalau kebanyakan orang dilamar dengan cara yang romantis dan berlatar belakang kece, kalau saya sih justru kebalikannya. Waktu itu, kami sedang makan siang di daerah Kemang. {Lokasi sih boleh di Kemang yah. Tapi waktu itu kami sedang makan soto ayam surabaya di pinggiran jalan raya Kemang Selatan.} Setelah ngobrol tentang kerjaan dan lain-lain, mulailah Ophan mengutarakan hatinya cieleee. Dia bilang kalau saya sudah berumur 27 dan dia yang juga sudah 28 tahun. Dia pengen kalau umur 30 itu sudah punya anak, sudah ini, sudah itu, dan lain-lain deh. Cara ngelamarnya juga udah nggak pake kata-kata I love you  dan bermodalkan cincin. Hihihihi.

Ternyata benar, di usia Ophan yang ke-32, kami sudah mempunyai 2 anak. Alhamdullillah. Lalu, setelah punya anak dua, kami selalu menghabiskan waktu ber-4, Mamah, Papah, Aurinko, dan Argia. Kadang-kadang, saya juga kangen bisa berduaan Ophan. Sulit sekali mencari waktu dan curi-curi’an bisa berduaan dari anak-anak. But anyway, di tahun-tahun berikut saat anak-anak sudah besar nanti pasti akan ada saatnya lagi bisa berduaan pacaran.

                Happy Anniversary my dear…

28308_10150201533885072_844820071_12928410_4095668_n

0

Ocean Queen Resort #2

Perjalanan ini adalah ke dua kalinya ke tempat ini. Tepatnya pas tanggal 1 Januari 2013.  Di saat semua orang berencana pulang ke rumah setelah merayakan tahun baru, kami justru baru berangkat untuk menyepi ke tempat ini. Saat di jalan, menuju Pelabuhan Ratu, banyak jalan yang dibuat satu arah untuk menghindari kemacetan arus balik tahun baru. Tapi buat kami yang baru berangkat, ya tidak mengalami kemacetan.

anak-anak berangkat

argia bobo

Ini untuk pertama kalinya, kami membawa Argia yang baru saja berumur 2 bulan, pergi jauh. Mumpung masih ASI Eklusif, jadi perlengkapan yang di bawa tidak banyak. Saya hanya perlu membawa gendongan dan bouncer. Simpel kan! Nah, justru perlengkapan Kakak Aurinko-lah yang paling banyak dibawa. Dari mulai mainan sekop-sekopan, rompi renang, cemilan, topi, hingga Mau-Mau si guling kepala singa kesayangannya.

Sesampainya di sana, tidak banyak yang kami lakukan, karena hujan besar. Jadi kami hanya main-main di kamar saja, sedangkan Argia sibuk nenen dan tidur terus. Untuk pertama kalinya ngajak baby umur 2 bulan itu rasanya seru banget. Dalam perjalanan Argia anteng banget. Sepanjang perjalanan Argia duduk manis di car seat, lalu tertidur, dan bangun kalau mau nenen saja. Mungkin karena kondisi jalannya yang naik turun dan belak belok membuatnya nyaman untuk tidur. Tertolong banget sama yang namanya car seat, selain aman, saya nggak pegel harus menggendong setiap saat.

Di Resort ini kamar mandinya hanya ada shower saja. Nah, gimana caranya mandiin Argia yang masih bayi? Saya juga sengaja tidak membawa bak mandi karena repooooooot kan. Jadi, yuk, mari kita gunakan wastafel! Tapi sebelumnya, dibersihkan dulu yah wastafelnya, lalu barulah dikasih air hangat. Argia juga nggak masalah sama wastafel yang dipake buat mandi kok. Yang penting bisa kecepak-kecipuk.

Pagi harinya, matahari mulai bersahabat. Segeralah kami menuju pantai untuk berjemur! Nggak lupa bawa kain untuk alas di pasir, bouncer untuk Argia duduk santai, cemilan, topi, dan mainan sekop-sekopnya Aurinko. Nah, di saat Aurinko asyik main pasir-pasiran dan lari-larian, Argia tiba-tiba ngerengek, dan pertanda pengen nenen J Daripada balik ke kamar, ya udahlah ya, nenen aja di pinggir pantai pake apron menyusui. Kapan lagi sih nenen di pantai? Sejauh mata memandang, lagi-lagi pantai ini sungguh private, karena di sini hanya ada penghuni Resort. Tidak seperti pantai Pelabuhan Ratu lainnya yang bisa dikunjungi oleh siapa saja. Oh iya, kalau kita menginap di cottage, kita bisa dapat fasilitas bale-bale yang ada di pinggir pantai, loh. Tapi kalau hanya mengambil yang kamar, tidak bisa mendapat fasilitas bale-bale atau gazebo, cukup pantai yang bersih dan nyaman xixixixi.

Fotor062811480Fotor0628114258

Habis main-mainan di pasir, matahari juga udah mulai naik, sekarang saatnya pindah ke kolam renang. Rasanya pengen juga ikutan berenang, tapi ya nggak mungkin lah ya, Argia mau dititipin siapa juga? Jadi saya dan Argia Cuma duduk manis di gazebo sambil sarapan. Nah, kalau Argia sih tidur lagi deh.

Nah, lagi-lagi kalau sudah berada di Resort ini, rasanya nggak pengen pulaaaaang! Nyamaaaaan banget! Tapi yah karena Papah Ophan harus ngantor, jadilah pulang, hiks..hiks..hikss….

Perjalanan pulang seperti biasa tidak begitu macet, tapi begitu sampai di jalan raya Sukabumi, mulai deh padat merayap. Tapi kita punya jalur alternatif yang nantinya bisa sampai di Bogor. Di jalan alternatif itu ada Kebun Durian Warso yang katanya terkenal. Jadilah kita mampir sebentar, pengen tau enak nggak durennya. Sebelumnya kita foto-foto dulu di duren raksasa. Menurut saya, durennya sih biasa kok, malah lebih enak duren yang di dekat Volvo Pasar Minggu.

Durian WarsoBalik lagi ke Kebun Duren Warso sih nggak pengen, walaupun saya juga gila duren. Tapi balik ke Ocean Queen Resort ini yang bikin ketagihan. Berikutnya, mungkin berikutnya bisa ngajak teman-teman ataupun keluarga besar.

0

Short Trip to Ocean Queen Resort #1

Perjalanan ini udah lama banget, kira-kira setahun yang lalu. Tapi baru sempat sekarang dibuat tulisannya. Perjalanan ke tempat ini nggak pernah direncanain sebelumnya. Pengennya cari pantai buat Aurinko main di pasir, sambil saya bermalas-malasan. Mau ke Bali kok jauh ya, sedangkan Papah Ophan nggak mungkin cuti berhari-hari, begitu juga kehamilan saya yang sudah menginjak 7 bulan. Setelah browsing sana ke mari, dapatlah penginapan dan pantai yang lumayan sepi, yaitu Pelabuhan Ratu. Kedengerannya sih horror banget yah, Pelabuhan Ratu. Tapi dengan niat pengen main di pantai yang deket dan sepi, ya sudahlah berangkat saja.

Penginapannya bernama Ocean Queen Resort. Tepatnya berada di Cisolok, Pelabuhan Ratu. Dengan ditemani Mbah Google, kami pun sampai di Ocean Queen Resort. Jadi Resortnya memang agak jauh dari Pelabuhan Ratu. Kira-kira masih ada 45 menit lagi menuju Resort dengan jalanan yang tidak begitu rata.

Begitu masuk penginapannya, banyak cottage-cottage yang menghadap ke pantai ataupun menghadap ke kolam renang. Namun, karena kami hanya ber3 saja, jadi lebih memilih kamar ketimbang cottage yang terdiri atas 3-4 kamar. Menurut saya, harga per kamarnya juga cukup murah, yaitu Rp. 440.000,- sudah termasuk pajak, namun sarapan pagi tidak disediakan. Setelah masuk ke kamar, saya dan Aurinko cukup puas dengan ukuran kamar yang besar dan yang paling penting bersih.

Setelah merapikan barang-barang di kamar, Aurinko sudah tidak sabar lagi untuk segera bermain di pasir. Aurinko juga sudah siap dengan perlengkapan mainan sekop-sekopan dan saya siap dengan cemal-cemilnya. Kami pun segera pergi ke pantai. Pasirnya hitam, namun bersih sekali, ya kadang-kadang hanya ada sampah pohon-pohonan saja. Saya segera menggelar kain untuk duduk. Ini dikarenakan Aurinko yang masih jijik sama pasir {lebay}. Suasana di pantai dan resort ini sungguh nyaman buat saya dan Aurinko. Tidak ada orang di pantai ini. Memang pantai ini hanya diperbolehkan khusus untuk penghuni resort.

ImageImagePantai Ocean Queen Resort

Setelah selesai main pasir-pasiran di pantai, kami bersih-bersih dan mandi. Nah, setelah itu saatnya mencari makan malam. Tidak ada restoran di sekitar Resort ini. Jadi kami memilih café yang ada di Resort ini. Menurut saya, masakan tradisional di café ini tidak begitu enak, tapi untuk masakan western sudah cukup baik dari segi rasa dan harga. Harganya cukup variatif kok, dari Rp.35.000 hingga Rp.65.000,- per porsi.

Tidak banyak yang bisa dilakukan di malam hari di cottage ini. Di kamar memang tidak tersedia televisi, kalau mau nonton harus di café. Atau bisa juga berjalan-jalan di pantai, tapi karena Aurinko sudah ngantuk, ya nggak bisa menikmati angina malam di pantai.

Keesokan harinya, jam 6 kami sudah ada di pantai. Ya, jalan-jalan di pantai. Katanya udara pantai sangat bagus untuk anak yang alergi. Setelah Aurinko puas main di pasir, sekarang saatnya menjelajah ke kolam renang. Kolam renang di Resort ini tidak terlalu besar, cukup lah untuk bermain-main. Aurinko bisa bolak-balik berenang sama Papah Ophan, sedangkan saya juga berenang dengan ngos-ngos’an, padahal jaraknya pendek banget. Nah, karena sarapan tidak termasuk dari biaya kamar, ya jadi sarapannya pesan dari café aja, sambil sarapan di kolam renang.

ImageJadi kesimpulan untuk menginap di sini sangat direkomendasi. Kami juga masih pengen ke sini lagi di lain waktu. Lebih seru lagi, kalau pergi ke sini dengan keluarga besar dan teman-teman dan menginap di salah satu cottagenya. Oh iya, kalau mau, di sini juga bisa bbq’an loh, peralatan sudah disediakan dari pihak hotel. Nah, yuk ke sini lagi di lain waktu. Yuk, yuk, yuk…

0

Lahiran yang Kedua

Sabtu, 13 Oktober 2012, Aurinko minta ditemenin naik sepeda ke rumah om-nya Aurinko yang masih satu komplek. Jadilah Aurinko kita temenin naik sepeda, yah hitung-hitung jalan-jalan untuk memperlancar proses pembukaan. Mengingat saat itu, saya sudah 39 Minggu dan masih belum ada kontraksi yang hebat! Kali aja setelah jalan-jalan di komplek rasa mules beneran bisa muncul. Setelah cukup lama main di rumah si om, kita pun balik lagi ke rumah. Sampai rumah, Aurinko tidur siang, jadi pengen ikut tidur juga, tapi nggak bisa, ada rasa sakit di perut. Tiba-tiba, sekitar jam 14.30 kontraksi dan mules datang. Mulailah menghitung memakai stopwatch di handphone.Kontraksi mulai teratur sekitar 8 menit sekali. Kontraksi kali ini beda! Selain kontraksi atau perut kenceng, ada rasa sakit di tulang belakang. Akhirnya kami memutuskan langsung ke rumah sakit saja.

Lahiran yang kedua, rumah sakit dan dokternya masih sama dengan yang pertama. Rumah Sakit Bersalin Duren Tiga dan Dr. Fachruddin, SpOG. Memang jaraknya jauh dari rumah saya (Jatisampurna-Duren Tiga). Tapi karena saya cinta dan setia sama dokternya, yah jauh juga nggak jadi masalah buat saya dan suami.

Di dalam bayangan saya, kalau tiba waktunya lahiran, Aurinko nggak perlu ikut ke rumah sakit. Tapi kayaknya nggak mungkin kalau ditinggal, pasti bakalan pengen ikut. Saya juga nggak tega sih ninggalin Aurinko di rumah. Jadilah kedua mertua saya ikut ke rumah sakit untuk menemani Aurinko saat proses kelahiran nanti. Perjalanan dari rumah ke rumah sakit butuh waktu 1 jam. Di selang-selang rasa sakit kontraksi, saya masih bisa ber-BBM ria dan ber-WhatsApp’ ria sama teman-teman. Ceritanya ingin melaporkan bahwa lahiran akan sebentar lagi. Semua teman-teman panik mendengar saya sudah mulai kontraksi hebat. Tapi saya masih bisa santai. Saya juga sudah merasa kalau saat itu sudah ada pembukaan kira-kira, yah 3 atau 4.

Begitu sampai di rumah sakit, saya langsung turun sendiri, dan ngeluyur langsung ke bagian pendaftaran, selagi suami parkir. Buat saya, saat itu saya masih bisa jalan, jadi nggak perlulah adegan digandeng-gandeng sama suami atau yang lainnya. Setelah daftar, langsung disuruh ke UGD, untuk cek detak jantung. Alat rekam jantung mulai dipasang di perut, dan mulai memencet tombol kalau ada kontraksi datang. Nggak lama kemudian bidan datang untuk cek bukaan. Eng Ing Engggg, mulai deh deg-deg’an, acara colok-mencolok! Tapi untungnya, karena anak ke-dua, acara periksa dalam nggak sesakit anak pertama. Pas dicek, ternyata sudah bukaan 6! Yeay! Lega rasanya udah bukaan 6, tapi masih bisa santai. Suster juga tanya, “Kok Ibu masih bisa tenang?” Saya langsung jawab, “Coba mempraktekkan ilmu Hypnobirthing, Sus.” Saya juga bilang kalau anak pertama juga pake metode hypnobirthing. Saya juga nggak pinter-pinter amat kok sama ilmu hypnobirthing ini, intinya, kalau kontraksi datang, coba untuk relaksasi atau menenangkan diri, sambil terus berpikir positif. Dengan relaksasi itu yang membuat jalan lahir akan semakin cepat membuka secara natural.

Setelah cek detak jantung di UGD, saya langsung disuruh masuk ruang bersalin, karena sudah bukaan 6. Masuk ruang bersalin, kira-kira jam setengah 5, bidan juga bilang kira-kira saya bakalan lahiran jam 6’an. Di ruang bersalin, saya dan suami masih sibuk dengan gadget masing-masing. Saya masih sempet chat, update status, sampe twitteran! Kalau ditanya sakit apa nggak di bukaan 6, yah menurut saya masih biasa saja. Setiap setengah jam sekali bidan periksa dalam, bukaan makin maju seperti yang diperkirakan. Mulai di bukaan 8, rasa sakit mules yang tak terkira mulai datang. Lagi-lagi, saya mencoba relaksasi sendiri. Kalau waktu lahiran anak pertama ditemani bidan yang bisa memandu hypnobirthing, di lahiran yang kedua ini saya coba relaksasi sendiri. Kata suami, kalau yang pertama saja bisa yang kedua juga pasti bisa dan pasti prosesnya tidak akan lama.

Sampe bukaan 9, air ketuban belum juga pecah. Akhirnya, dokter memutuskan untuk dipecahin. Byurrrrrrr, terasa banget air ketuban masih banyak. Makin lama kontraksi makin sakit. Rasanya udah pengen ngeden aja, tapi masih belum boleh, kata dokter kepala masih di atas.

Oh iya, di sebelah saya juga ada satu ibu yang mau lahiran, pembukaannya sama, anak kedua juga, dan dokternya sama. Nah, loh? Siapa duluan yang lahiran yaaaa? Tapi ternyata sebelah duluan, jadilah saya nahan ngeden dengan sabarnya hingga giliran saya! Nah, seperti biasa, proses ngeden nggak sebentar. Saya merasa anak kedua ini beratnya juga nggak beda jauh sama anak pertama, yah kira-kira 3,7 kg. Hampir kurang lebih setengah jam ngeden, Alhamdulillah adek baby lahir juga. Argia Sachio Dirgantara lahir kurang lebih pukul 18.30, dengan berat 3,75 kg, dan panjang 50 cm. Ternyata benar kan dugaan saya! Hanya beda 0,05 kg dengan anak pertama! Nggak heran, selama hamil perut saya besaaaaar sekali.

Argia Sachi was born

Ternyata benar, yang membuat saya lahiran hari itu, yah karena nemenin Aurinko naik sepeda!

20121013_184716_Aladin_Round20121015_085440_Aladin_Round*muka totol merah karena mulai kenalan sama air waktu mandi*

1

22w: Mulai Berenang – Waterjoy Harvest City

Pengen dan niat mau berenang sih udah lama banget, tapi baru kesampaian di minggu ini. Ceritanya sih, pengen berenang biar sehat sekalian Aurinko juga berenang. Waktu hamil Aurinko, cuma berenang sekali pas usia kandungan 7 bulan. Begitu berenang, yang dirasain malah berat di air dan napas jadi beraaaat sekali. Makanya, hamil kedua ini mau rajin berenang.

Bingung juga nentuin tempat berenang yang enak dan nggak jauh dari rumah. Setelah tanya kiri-kanan, akhirnya pilihan jatuh ke Waterjoy Harvest City Cileungsi. Letaknya di mana? Tepat di depan Taman Mekarsari. Nggak jauh kalo dari rumah, yah paling cuma 40 menit perjalanan.  Begitu sampe di sana, seneng banget karena masih sepi dan memang tidak ramai, jadi bisa puas berenang. Harga masuknya ternyata juga muraaaah banget. Kalau hari minggu, 1 orangnya 20ribu. Jadi seharusnya kami bertiga membayar 60ribu, tapi karena masih jam promosi kami hanya membayar 36ribu. =-O Murah banget yah.

Tempatnya juga  tidak terlalu besar dan pastinya sih bersih! Jadi cocok deh. Sempet shock juga mengingat kedalaman kolam dewasa hanya 120 m saja😀. Aurinko seneng banget begitu liat kolam besarnya. Yang diincar cuma kolam besar, kolam anak dengan berbagai macam perosotan nggak membuatnya tertarik. *aneh*

image

Karena Aurinko nggak mau ke kolam anak dan main perosotan, jadi kami main di kolam dewasa aja. Saya lumayan bisa berenang beneran di sini. Dengan suasana kolam yang tidak terlalu ramai, jadi aman dari tendangan kaki orang kan. Nah, selagi Aurinko latihan berenang sama papah Ophan, saya bisa bolak balik berenang. Rasa berat dan sesek napas ternyata nggak terjadi kok. Nah, jadi intinya sih jangan telat berenang saat hamil yah😛

image

*gaya Aurinko di pinggir kolam *

image

Puas banget bisa berenang bertiga, Aurinko juga kayaknya udah mulai bisa berenang dan lebih berani lagi di kolam. Dia udah mulai mau nyelem walau megap-megap😛. Semoga minggu depan bisa berenang lagi deh.

0

Selamat Datang 2012

Akhirnya sampai juga di tahun 2012! Alhamdulillah.

Sakit Combo!

Akhir tahun kemarin, saya sempat sakit combo dengan kombinasi sakit Campak dan Tipes. Saya tahu persis kenapa bisa sakit. Bulan November menjadi bulan sibuk laporan dan berbagai meeting tahunan. Ditambah saya sedang dalam program pengurusan otak, eh salah, badan maksudnya. Jadi, walaupun meeting dengan menu makan siang dan snack yang enak-enak, tetep saja saya makan tidak terlalu banyak. Lalu, pulang ke rumah males makan, dan rasanya pengen makan mie rebus instan merk terkenal itu. Setidaknya dalam minggu-minggu tersebut saya mengonsumsi mie instan itu terlalu sering. Alhasil, saya sakit. Diagnosa dokter menunjukkan saya sakit Tipes, dan kemudian beberapa hari kemudian keluarlah bintik-bintik merah, pertanda campak. Selama sakit, saya harus bedrest. Jadi tidak boleh turun dari tempat tidur kecuali untuk ke kamar mandi saja.

Di saat bedrest itu, saya sering berpikir tentang apa yang sudah saya makan selama ini. Saya sadar banget kalau saya penggemar mie instan merk terkenal itu. Saya juga tahu benar, kalau terlalu banyak mengonsumsi makanan tersebut efeknya pun tidak baik. Nggak hanya, makanan aja sih yang dipikirin saat saya bedrest. Ada banyak hal yang saya renungkan saat saya bedrest. Sepertinya, saat sakit itu, saya bener-bener memikirkan apa yang harus saya perbaiki di tahun 2012 nanti. Jadi beginilah kira-kira.

No No No, Mie Instan!

Menghindari makan mie instan merk terkenal itulah yang menjadi hal penting yang harus dihindari di tahun 2012 dan seterusnya. Mungkin konyol kali yah kedengerannya. Resolusinya kok cetek bener sih. Cuma ingin menghindari mie instan! Hahahak. Waktu saya cerita kepada para sahabat saya juga mereka pun tertawa. Tapi mereka pun mendukung untuk hal itu.

Hamil!

Aurinko sekarang udah berusia 28 bulan atau 2,5 tahun. Kayaknya udah pas banget, kalau Aurinko punya adek baby. Tadinya sih pengen punya adek baby saat rumah sudah ditingkat ke atas untuk membuat kamar. Tapi, sepertinya rencana renovasi masih belum terbayang. Jadi, daripada kelamaan menunda kehamilan, lebih baik segera saja deh. Ada banyak hal sih yang membuat saya pengen hamil di tahun 2012. Pertama karena usia Aurinko yang sudah cukup dan usia saya yang semakin tua (eh masih muda kok). Dan sekali lagi, rezeki itu kan emang nggak ke mana yah. Jadi saya yakin aja, kalau aka nada rezeki tersendiri buat adek baby. Semoga Allah mengizinkan saya untuk dititipkan adek baby lagi yah di tahun 2012. Amin.

Nggak banyak kan? Tapi inilah yang bisa diceritakan untuk resolusi 2012. Selebihnya, masih ada resolusi dan rencana pribadi yang akan dilakukan di tahun 2012.