Milan, Here I Come

Inilah kota pertama saya menapakkan kaki di benua Eropa. Saya bisa berkunjung ke sini memang kebetulan. Sebenarnya, perjalanan utama saya ke Bologna. Namun, berhubung pesawat yang kami booking sudah full untuk penerbangan langsung dari Jakarta, akhirnya saya terdampar di kota fashion. Saya harus turun di Milan, dan melanjutkan perjalanan darat dengan kereta ke Bologna.

Tujuan utama perjalanan saya, dan ketiga teman kantor, untuk tugas mulia yaitu menghadiri beberapa meeting dengan penerbit di Bologna Book Fair 2010.

Sesampainya di Malpensa, Int’l Airport-nya Milan, saya langsung mencari bis yang mengantarkan kami ke Milano Centrale Railway Station. Di sinilah, saya menitipkan koper besar di ruang penitipan. Jadi, untuk berkeliling di kota Milan, saya tidak perlu membawa koper besar. Oh iya, sebelum keberangkatan, saya dan teman-teman juga sudah membeli tiket online untuk tujuan Bologna melalui situs online Trenitalia.

Saat itu, cuaca tidak menyenangkan. Hujan turun rintik-rintik dan sedikit berangin. Untungnya saya siap sedia membawa payung untuk berkeliling kota. Kami berencana untuk berkunjung ke Piazza Duomo dan Galleria Vittorio Emanuelle. Sebenarnya, kami tidak punya persiapan untuk berkeliling di kota ini. Peta pun tidak punya! Setelah membaca peta besar yang terpampang di stasiun, kami pun tidak ada yang mengerti di mana letaknya.

Saya punya ide! Saya membeli water ball miniatur Duomo di toko suvenir, sambil bertanya pada si penjaga toko. Berhubung saya tidak bisa berbahasa Itali, saya menggunakan bahasa tarzan saja, sambil menunjuk ke water ball. Walaupun begitu, penjaga toko mengerti dan berusaha menjelaskan dengan bahasa tarzan campur bahasa Inggris.

Akhirnya, kami berjalan kaki mengikuti petunjuk penjaga toko itu, dan kami menemukannya. Saya pun langsung berfoto ria di Piazza Duomo. Sayangnya, cuaca tidak begitu bagus untuk berfoto ria. Jadi maklum aja, foto-fotonya juga tidak bagus.


Setelah berfoto ria, saya pun langsung menuju Galleria Vittorio Emanuelle. Di sini, merupakan pertokoan brand-brand ternama. Saya juga langsung teringat tas bermerk Gucci, titipan kakak saya. Rasanya pengen beli di sini, tapi tak sanggup menenteng paper bag, menuju Bologna. Akhirnya, saya memutuskan tidak jadi membelinya.

Sepuasnya saya dan teman berkeliling di Galleria Vittorio Emanuelle, saya kembali ke Milano Centrale, untuk bersiap-siap menunggu kereta yang mengantarkan kami ke Bologna. Cukup lama, kami menunggu kereta di Milano Centrale ini. Kami ingin sekali menukar tiket keberangkatan lebih awal, tapi sayang tidak bisa karena lagi-lagi dengan masalah bahasa.

Akhirnya tiba juga kereta menuju Bologna. Perjalanan Milan ke Bologna, kurang lebih memakan waktu hampir 2 jam dengan kereta yang super cepat itu. Beda sekali dengan kereta-kereta di Indonesia, ya.

Tiba juga kami di Bologna Centrale. Ini adalah stasiun kota Bologna yang menghubungkan kota-kota di Italia. Kami berempat langsung mengantri untuk naik taksi menuju Alloro Suite Hotel Bologna.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s