Roma, Day 2

Setelah beristirahat yang cukup di hotel, saya dan miss bebek merencanakan perjalanan yang cukup padat di hari Sabtu. Ya, soalnya hari Minggu di lingkungan Eropa biasanya libur, jadi tempat wisatawan kebanyakan libur juga. Di hari kedua, saya dan miss bebek akan pergi ke St. Peter Basilica, Colloseum, Piazza di Spagna, dan berbelanja (tentunya). Saat itu saya keluar hotel jam 7 pagi, di mana udara cukup tidak terlalu dingin. Jadi saya memutuskan untuk memakai jaket yang tipis.

Oh iya, kami harus mencari sarapan dulu di Termini. Kami memang tidak mengambil paket breakfast di hotel, karena kami pikir lebih enak makan di luar saja. Ternyata, tidak mudah juga menemukan sarapan di pagi hari. Masih banyak gerai makanan yang belum buka. Akhirnya kami memutuskan untuk langsung ke St. Peter Basilica dulu, barulah mencari sarapan.

Suasana di Termini Station cukup ramai untuk Sabtu pagi. Beberapa anak sekolah sedang mengadakan field trip yang entah ke mana. Mereka menggunakan Metro sebagai alat transportasinya, bukan bus seperti di sini. Tujuan pertama kami adalah St. Peter Basilica, setelah kemarin siang gagal ke sini.

Sesampainya di St. Peter Basilica Square, kami terkejut. Ternyata, suasana di sana masih tergolong sepi. Beberapa pengunjung yang ke sana kebanyakan para biarawati dan rombongan turis. Sedangkan kami, hanya berdua saja! Kami langsung masuk ke dalam gereja. Kami juga harus menjaga suasana agar tetap hening.Β  Satu per satu detil di dalam gereja ini saya perhatikan. Saya sangat terkesima di sini. Arsitekturnya begitu indah. Nggak disangka kesampaian juga melihat belahan bumi di Eropa. Maklum aja, waktu kuliah di jurusan Arsitektur, saya ingin sekali bisa melihat langsung bangunan-bangunan yang ada di buku Sejarah Arsitektur. Beberapa interior di dalam gereja bisa saya foto.

Berjalan ke dalam lagi, saya menemukan sekelompok orang yang sedang misa di Sabtu pagi. Lalu, kami berkeliling lagi mencari letak makam Paus. Memang agak membingungkan karena kami tidak memakai jasa tur. Saya hanya membaca buku Eyewitness Travel TOP 10 Roma, yang di dalam bukunya menerangkan dengan jelas St. Peter Basilica ini. Akhirnya kami bisa menemukan jalan ke makam Paus, berkat mengikuti rombongan turis yang entah dari negara mana. Ternyata Makam Paus terletak di bawah tanah. Saya pun menuruni tangga yang cukup banyak. Di sana, ada beberapa makam Paus. Di ruangan ini, pengunjung tidak diperbolehkan untuk mengambil foto. Akhirnya kami keluar dari St. Peter Basilica. Saya sempat mengabadikan facade St. Peter Basilica ini. Cantik sekali!

 

Setelah, keluar dari St. Peter Basilica, perut saya mulai keroncongan. Saya dan miss bebek langsung mencari makan. Pilihan menu jatuh pada sandwich. Lalu, perjalanan selanjutnya menuju Colosseum. Kami kembali naik Metro untuk mencari kereta tujuan Colosseum.

Sesampainya di Colosseum, saya sudah tidak sabar untuk masuk ke dalam. Saya pun mengantri untuk membeli tiket masuk. Tidaklah mudah untuk mengerti tanda arah loket pembelian yang berbahasa Italy. Namun, lagi-lagi, saya menebak-nebak saja arahnya. Antrian loket cukup lumayan panjang juga. Harga masuknya juga lumayan mahal juga sih, tapi itu tidak ada artinya dengan apa yang dilihat nanti. Saat itu, cuaca cerah sekali. Matahari bersinar terang dan muncul di sela-sela tembok besar itu.

Untuk masuk ke dalam Colosseum, saya harus menaiki anak tangga yang cukup banyak. Walaupun bangunan ini tua sekali, fasilitasnya cukup lengkap, loh. Ini terbukti dengan adanya lift. Namun, lift ini lebih diprioritaskan untuk pengguna kursi roda. Sesampainya di atas, pemandangan bangunan yang dulunya amphiteater ini sungguh mempesona. Tak heran, kalau bangunan bersejarah ini merupakan salah satu 7 kejaiban dunia.

Pemandangan di atas colosseum ini sungguh indah dan tentunya, angin terasa begitu kencang sekali. Seperti saya salah memakai jaket tipis, walapun udara tidak terlalu dingin. Saya memang tidak kuat kalau terkena angin sepoi-sepoi yang dingin, jadilah saya menggigil. Kalau sudah berada di dalam, sulit menemukan angel yang bagus untuk di foto. Sebenarnya, Colosseum ini akan indah dilihat dan di foto dari luar saja.

Setelah, puas berkeliling Colosseum, kami segera menuju Roman Forum, yang masih di lingkungan Colosseum. Saya tidak tahan lagi untuk berkeliling di sini. Akhirnya, saya pun hanya duduk di bebatuan sambil menunggu miss bebek yang sibuk berkeliling. Jujur saja, saya tidak suka dengan bangunan bersejarah yang sudah runtuh. Apalagi, di sini juga ada makam Julius Ceacars, namun sayangnya bentuk makamnya hanya berupa gundukan saja.

Hari sudah menjelang sore. Kami pun segera beranjak pergi ke Piazaa di Spagna. Sesampainya di sana, ternyata suasananya sangat ramai. Ya, saat itu memang hari Sabtu, semua turis maupun ABG Roma berkumpul di sana. Rasanya, saya benar-benar tidak bisa menikmati di Piazza ini. Kami pun memutuskan untuk segera balik ke hotel untuk beristirahat.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s