Roma, Day 3

Hari ketiga saya berada di Roma jatuh pada hari  Minggu. Biasanya di negara-negara Eropa, banyak tempat-tempat wisata dan pertokoan yang tutup. Untungnya, ini adalah hari terakhir saya ada di kota Roma. Pukul 13.00 saya harus siap di Termini Station untuk bertemu dengan kedua teman kerja saya untuk kembali ke Jakarta.

Setelah mencari sarapan di Termini Station, saya dan miss bebek melanjutkan perjalanan ke Trevi Fountain. Untuk menuju tempat ini memang agak sedikit sulit. Saya dan miss bebek harus benar-benar mencari dan membaca petanya baik-baik. Padahal, kalau dilihat dari petanya sih mudah dibaca, namun karena jalan di Roma dengan sistem grid, membuat saya jadi sulit menemukan fountain ini dan ditambah jalannya cukup sempit.

Akhirnya, kami pun sampai di kolam air mancur yang terkenal di kota Roma. Kata orang, kalau kita melempar koin ke kolam ini, kita akan bisa kembali ke Roma. Sesampainya di sini, saya langsung merogok kantong untuk melemparkan koin sambil mengucap di dalam hati. Tak lupa, saya mengambil mengambil beberapa angel air mancur ini untuk difoto. Sayangnya, matahari muncul dari balik gedung-gedung, sehingga membuat siluet di bangunan air mancur ini.

Setelah puas di Trevi Fountain saya melanjutkan perjalanan lagi. Rencananya kami akan melihat Pantheon, tapi karena kaki sudah lelah berjalan dan waktu yang terlalu sedikit, akhirnya saya memutuskan untuk tidak ke Pantheon. Akhirnya saya berkeliling-keliling saja, beberapa pertokoan memang banyak yang tutup.

Termini Station cukup mengobati hati saya. Di sini masih banyak toko-toko yang buka. Saya pun menyempatkan untuk mengelilingi stasiun ini untuk berbelanja. Lagi asyik-asyiknya berada di toko musik, tiba-tiba sms berbunyi. Teman saya yang berada di Florence memberi tahu bahwa ada perubahan waktu atau daylight saving. Jadi, waktu saat itu ditambah 1 jam. Jadi segala jadwal kereta dan pesawat pun mengikuti penambahan jam tersebut. Kami pun kaget dan panik. Jelas saja kami tidak tahu, karena kami tidak menonton berita, pihak hotel pun tidak memberitahukan. Oh iya hotel! Langsung saja kami berlari ke Cressy Hotel untuk check out. Kami takut kalau lewat dari jam-nya terkena biaya tambahan. Ternyata eh ternyata, pihak hotel tidak mempermasalahkannya

Saya pun berkumpul kembali bersama 3 teman saya untuk kembali ke Jakarta. Untuk menuju ke Leonardo da Vinci Int’l Airport, kami harus membeli tiket kereta Leonardo Express seharga sekitar 20 euro. Kereta ini menjadi salah satu alternatif transportasi yang paling murah menuju Int’l Ariportnya Roma. Kalau saja naik taksi dari Termini Station, mungkin bisa menghabiskan lebih dari 150’an euro.

Cukup menyulitkan apabila membawa koper besar menuju Leonardo da Vinci Int’l Airport melaluijalur kereta. Saya harus menarik koper yang beratnya kurang lebih 23 kg, kemudian menaikkannya, dan menurunkannya kembali setibanya di stasiun bandara. Belum lagi, saya harus berjalan jauh untuk mencapai counter check in.

Tak terasa, sudah 8 hari saya berada di Itali. Akhirnya saya bisa pulang ke Jakarta.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s