Frankfurt. 01.

Ini kali kedua saya melakukan perjalanan ke benua Eropa. Lagi-lagi, karena urusan kantor. Perjalanan kali ini menuju Frankfurt, Jerman, untuk mengikuti salah satu Fair langganan kantor kami.

Day 1

Saya dan rombongan kantor tiba di Frankfurt Flughafen kurang lebih pukul 5 pagi. Setibanya di sana, kami langsung menggeret koper dan mencari bis yang membawa kami ke Hotel Monopol. Rombongan kantor yang sebelumnya sering berkunjung ke Frankfurt, baru pertama kali menginap di Hotel Monopol. Biasanya, mereka menginap di Hotel Excelsior yang letaknya bersebelahan. Ternyata, hotel itu memang masih 1 grup dengan Hotel Monopol. Kami memilih hotel itu, karena letaknya tidak terlalu jauh dengan Messe atau tempat diselenggarakannya fair itu.

Sayangnya, kami belum bisa check in karena sebenarnya waktu check in pukul 11 siang. Sedangkan saat itu, masih pukul 6 pagi. Tapi, pihak hotel berbaik hati untuk membuka 1 kamar terlebih dahulu.  Namun sayangnya, kamar yang dibuka untuk 2 orang, dengan ukuran kamar yang kecil, sedangkan kami ada bertujuh.😀 Jadi bisa dibayangkan dong, di kamar yang kecil itu ada 7 orang dengan 7 koper besar.

Jam 07.00 saya mencari sarapan dulu di Frankfurt Hauptbahnhof. Ini adalah stasiun besar yang menghubungkan kota-kota di Jerman. Pilihan saya jatuh pada menu Frankfurter Sausage yang memang sangat khas di Frankfurt. Tentu saja, sebelum membelinya saya memastikan bahwa sosis itu terbuat dari sapi.

Setelah sarapan, saya dan teman-teman lainnya, pergi ke sebuah toko jam untuk cuci mata di pagi hari. Letaknya, tidak jauh dari Hauptbahnhof. Nama tokonya David Watch. Toko ini terkenal di kalangan teman-teman kantor saya, lantaran di toko ini menjual jam bermerk dengan harga lumayan murah. Tapi sebenarnya, setelah saya perhatikan jam-jam yang berada di toko ini, sama dengan yang ada di toko-toko lainnya.

Kami berlanjut menyusuri sungai yang membelah kota Frankfurt, Maine River. Udara pagi dan matahari mengikuti perjalanan saya menyusuri sungai ini. Di sepanjang pinggiran sungai yang bersih ini, saya bisa melihat pohon-pohon dengan daun yang sudah mulai berguguran pertanda akan hadirnya musim gugur.

Maine River bisa dilalui kapal pengangkut barang, namun ada juga kapal pesiar kecil yang sedang berlabuh.

Setelah menyusuri Maine River, saya berjalan menuju Romerberg. Bagi yang berkunjung ke Frankfurt, memang wajib ke berkunjung ke daerah Romerberg ini. Di sini terdapat balai kota yang disebut Romer yang dibangun antara abad 15-18 dengan gaya arsitektur Gothic. Banyak festival diadakan setiap bulan di sepanjang tahunnya di Romerberg.

Setelah sempat berfoto-foto sejenak di Romerberg, saya segera melanjutkan perjalanan menuju Zeil. Ini adalah kawasan perbelanjaan terkenal di Frankfurt. Bahagia rasanya ketika menemukan tempat perbelanjaan. Di kawasan ini banyak sekali pertokoan-pertokoan seperti Galeria Dept Store, Esprit, Fossil, Benetton, H&M, dan masih banyak lagi. Saya pun langsung menuju Galeria, dan berburu barang belanjaan. Untuk tahap pertama, saya membeli boneka untuk Aurinko, mainan, dan boneka kecil untuk oleh-oleh krucil. Lalu, saya tidak lupa membeli cokelat terkenal bermerk Lindt dengan harga yang cukup murah. Sepertinya, saya khilaf berbelanja cokelat😀. Tak heran, saya kerepotan dan keberatan membawa shopping bag.

Di kawasan Zeil ini juga cukup banyak tempat makan siap saji maupun restoran. Untuk makan siang di hari pertama, saya dan teman-teman sangat tidak kreatif untuk memilih menu. Kami memilih menu cepat saji “Kakek Berjenggot” yang di Jakarta juga ada.

Setelah makan siang, saya harus kembali ke hotel untuk check in. Saya mendapat kamar yang cukup besar untuk 3 orang, tidak seperti kamar yang untuk 2 orang. Beda sekali. Setelah menaruh koper di kamar dan mandi, kami harus meeting di salah satu hotel tua yang terkenal di Frankfurt. Untuk menuju ke sana, kami memutuskan untuk jalan kaki saja. Sebenarnya, kami bisa menggunakan tranportasi trem U-Bahn, namun kami memutuskan untuk jalan kaki sekaligus sightseeing. Saya juga menyempatkan diri untuk berfoto ria di lambang Euro Star.

Selesai meeting, saya kembali berjalan-jalan menyusuri jalan Goethestraße. Jalan ini merupakan kawasan pertokoan mewah yang terdapat butik-butik ternama. Saya ke sini bukan karena ingin berbelanja untuk diri sendiri, tapi membeli barang titipan, yaitu tas! Namun, sayangnya tas yang diincar SOLD OUT. Wow!

Setelah, window shopping di Goethestraße, saya langsung menuju restoran cina langganan teman-teman untuk makan malam. Nama restorannya Jade. Belum ada 1 malam berada di kota ini sudah rindu, makan nasi.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s