Frankfurt Day 02-04

Hari Rabu hingga Sabtu, akan menjadi hari yang sibuk. Deretan jadwal meeting sudah menanti kami. Kalau pun tidak ada jadwal meeting, kami pun pasti berkeliling mengitari  setiap hall pameran.

Hari ini juga adalah hari pertama dibukanya Frankfurt Book Fair. Orang-orang dari berbagai negara berkumpul di sini. Frankfurt Book Fair merupakan ajang paling bergengsi di dunia penerbitan. Jadi bersyukurlah bisa melihat Frankfurt Book Fair ini. Frankfurt Book Fair sangat berbeda dengan Bologna Book Fair. Frankfurt Book Fair adalah pameran buku terbesar di dunia, sedangkan Bologna Book Fair merupakan children’s book fair. Dari ukuran tempatnya saja Frankfurt Book Fair jauh lebih besar. Di Frankfurt Book Fair ada 10 hall untuk pameran dan untuk berkunjung ke setiap hall-nya kita bisa menggunakan shuttle bis. Sedangkan di Bologna Book Fair kalau tidak salah hanya ada 3 hall saja.

Hari ini, jadwal meeting cukup padat, sehingga saya harus makan siang dengan super cepat. Sebenarnya di dalam hall juga ada coffee shop yang menjual makanan cepat saji seperti sandwich atau burger, tapi menurut rasanya, saya lebih memilih food stall di bagian luar hall saja, karena lebih nikmat rasanya. Jenis food stallnya juga bermacam-macam. Ada yang cepat saji seperti french fries, chicken nugget, dan chicken wings, ada juga barbeque’an dengan daging sapi ataupun babi. Jadi bertanyalah sebelum membeli yah🙂

Cukup lelah juga untuk mengejar dari meeting yang satu ke meeting lainnya. Tapi hari pertama ini cukup berjalan dengan baik. Setelah selesai, kami memutuskan untuk makan malam. Namun sebelumnya, kembali ke Hotel Monopol untuk menaruh trolly bag mengingat sangat berat.

Oh iya, selama pameran berlangsung, kami bebas berkeliling Frankfurt dengan alat transportasi umum di sana dengan gratis. Itu dikarenakan, tiket masuk pameran sudah termasuk tiket transportasi. Dari Messe, tempat Frankfurt Book Fair berlangsung, sebenarnya tidak jauh dengan Hotel Monopol, tempat kami menginap. Saya bisa jalan kaki, ataupun naik trem. Tapi kami pun lebih memilih naik trem saja.

Kami makan malam di chinnese resto, Jade, tempat makan favorit teman kantor yang selalu berkunjung ke Frankfurt. Harganya tidak mahal untuk makan tengah. Dan pastinya puas dan pas di perut. Biasanya, setelah makan, kita akan disediakan dessert berupa es kacang hijau. Rasanya enak sekali. Pemilik restoran ini juga tidak segan-segan memastikan tamunya mendapat service yang baik dari restorannya.Setelah makan malam, kami pun kembali ke hotel untuk beristirahat. Jarak restoran Jade dengan Hotel Monopol ini tidak terlalu jauh, kami bisa berjalan sambil menikmati udara malam. Namun sayangnya, tidak banyak yang dilihat kalau waktu sudah menunjukkan pukul 8 malam. Kecuali salah satu bangunan dengan lampu gemerlap yang bernama “Dr.Muller” Eh, tapi ini bukan tempat prakter dokter, melainkan Sex Shop dengan tambahan wanita penghibur yang bisa dipilih🙂

Bisa dibilang hari selanjutnya di kota Frankfurt hingga Jumat sore hampir sama dengan yang sebelumnya. Padatnya jadwal meeting, mengelilingi setiap hall, dan Jade, si resto cina.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s