Vienna part 01.

Hari pertama di Vienna, dimulai dengan mencari sarapan pagi. Saya memang sengaja mencari sarapan di sekitar hotel ketimbang membayar sarapan di hotel. Pagi itu saya ingin yang berbeda. Tidak banyak gerai makanan yang buka di pagi hari. Pilihannya cuma ada gerai kebab atau roti. Saya pun memilih kebab yang di ujung jalan dekat dengan hotel saya menginap. Ukuran kebabnya juga lumayan besar daripada kebab yang dijual di Indonesia atau pun Arab. Saya harus mengeluarkan sekitar £ 2.5 untuk kebab daging sapi. Rasanya juga enak dan hangat. Apalagi udara sangat dingin, yah kira-kira suhunya mencapai 5°c.

Schönbrunn Palace

Hari itu hari Minggu. Kebanyakan negara-negara di Eropa, museum dan pertokoan banyak  yang tutup. Jadi rencana berkeliling kota Vienna hanya bisa dilakukan ke Schönbrunn Palace.

“Dulunya, Schönbrunn Palace adalah sebuah istana musim panas Kekaisaran di Vienna, Austria. Istana Schönbrunn merupakan tempat bersejarah yang mempunyai nilai budaya yang tinggi di Austria. Istana ini sengaja dibangun untuk menyaingi keindahan Versailles Perancis di Baroque.”

Dari hotel, saya bersama 4 teman saya menuju Schönbrunn Palace dengan menggunakan kereta bawah tanah dan berhenti di stasiun Schönbrunn. Satu hal yang sangat membantu di Vienna ini ketika instruksi pembelian tiket subway dan penunjuk jalan di Vienna dalam bahasa Inggris. Tidak seperti di Jerman, semua mesin pembelian tiket dan penunjuk jalan menggunakan bahasa Jerman.

Sesampainya di stasiun Schönbrunn. Saya harus berjalan agak sedikit jauh untuk mencapai pintu masuk Schönbrunn Palace. Begitu masuk istana ini, cuaca sangat cerah. Matahari tidak malu-malu menunjukkan dirinya walaupun udara masih saja dingin. Saya pun segera berfoto-foto di depan istana dengan berbagai gaya. Namun, sayangnya ada beberapa bagian istana yang sedang direnovasi, tapi tidak menyurutkan keindahan istana ini.

Untuk masuk ke Schönbrunn Palace ini, ada banyak paket yang ditawarkan. Coba lihat di sini deh. Saya pun memutuskan untuk mengambil paket Classic Pass Plus seharga £ 18,50. Dengan paket Classic Pass Plus, akan mendapatkan:

  • Grand Tour (berkeliling istana) dengan audioguide
  • Crown Prince Garden
  • Maze & Labyrinth
  • Gloriette dengan pemandangan kota Vienna
  • Pembuatan Apple Strudel dan bisa mencicipinya

Saya rasa, paket ini sangat pas untuk menikmati keindahan Schönbrunn Palace dan sekelilingnya, serta bisa mencicipi Apple Strudel, makanan khas asal Austria ini.

Grand Tour

Berkeliling Schönbrunn Palace dengan audioguide sangat pas untuk menjelaskan setiap ruang yang ada di istana ini. Oh iya, selama kita berada di dalam istana, kita dilarang mengambil foto. Jadi lebih baik, simpan saja kameranya, untuk bisa dipakai di luar nanti. Di akhir Grand Tour ini, kita akan menemukan Souvenir Shop. Nggak ada salahnya untuk masuk ke toko ini dan melihat-lihat souvenir yang ada. Saya pun membeli beberapa kaos bertuliskan Vienna atau Austria untuk oleh-oleh. Harganya tidak begitu mahal, tapi kualitas kaosnya sangat bagus.

Setelah puas membeli oleh-oleh, saya berjalan lagi menuju Crown Prince Garden. Sebuah taman yang luas dan berbagai jenis bunga-bunga yang indah. Bunga-bunganya mirip dengan taman bunga di Puncak, namun di sini jauh lebih luas.

Labyrinth

Ada banyak tempat yang bisa dilihat di taman ini. Salah satu yang ingin saya coba yaitu Maze atau Labyrinth. Tinggi labyrinth di taman ini tidak terlalu tinggi. Tingginya mencapai 1,8 meter. Saya dan beberapa teman, cukup dibuat bingung untuk menuju tengah labyrinth. Di tengah labyrinth, ada tempat yang bisa kita naiki untuk melihat labyrinth dari atas. Jadi dari tempat ini, kita bisa arah untuk keluar dari labyrinth tanpa nyasar. Tapi setelah dicoba, tetep aja harus bolak-balik untuk mencari jalan keluar.

Gloriette

Selanjutnya, saya menuju Gloriette. Jalan menuju Gloriette dari Crown Prince Garden cukup berliku-liku. Kalau mau ditarik garis lurus sih bisa saja, tapi pastinya jalannya terlalu terjal dan melelahkan. Pemandangan dari arah Gloriette ini memang bagus sekali. Saya bisa melihat kota Vienna dari atas Gloriette. Tak heran, ada sepasang calon pengantin yang mengambil foto berlatarkan kota Vienna dan Gloriette. Hamparan rumput hijau menghiasi perjalanan saya menuju Gloriette. Saya pun tidak melewatkan foto-foto di atas rumput. Kapan lagi bisa tiduran di rumput di negeri orang. Alhasil, teman-teman saya pun mengikuti aksi foto di rumput.

Apple Strudel

Tujuan terakhir dari Classic Pass Plus adalah menonton pertunjukkan membuat Apple Strudel, cemilan khas asli Austria. Pertunjukkan ini berada di ruang bawah tanah sebuah café yang masih berada di lingkungan Schönbrunn Palace. Sebelum mengikuti pertunjukkan pembuatan Apple Strudel, saya dan teman-teman makan siang dulu di café tersebut. Saya mengambil tempat duduk di bagian luar café supaya bisa melihat pemandangan serta menikmati sinar matahari dengan udara yang sejuk. Satu tip dari saya: “kalau pergi ke luar negeri, cobalah untuk menikmati café atau restaurant setempat dan pilihlah tempat duduk yang berada di teras, bukan di dalam café”. Coba deh dan rasakan nikmatnya yang nggak bisa ditemukan saat berada di Jakarta.

Selesai makan, saya menuju ruang bawah tanah untuk menonton pertunjukkan pembuatan Apple Strudel. Namun, sebelum turun tangga, saya harus menukarkan tiket dengan sepiring Apple Strudel untuk dinikmati. Sebelum pertunjukkan dimulai, saya sibuk menikmati Apple Strudel yang masih hangat ini. Saya bukanlah pencinta buah apel dan pastry, tapi boleh dibilang Apple Strudel ini rasanya enak dan tidak terlalu manis. Setelah sibuk makan Apple Strudel, saya pun mengambil barisan depan untuk melihat langsung pembuatan Apple Strudel. Seru juga ya, kalau cara pembuatan Apple Strudel bisa menjadi salah satu tujuan wisata. Kalau di Jakarta mungkin bisa mengambil membuat pertunjukkan pembuatan dodol.

Selesai sudah rangkaian paket tour Classic Pass Plus di Schönbrunn Palace. Waktu sudah menunjukkan pukul 4 sore. Lama juga, saya berada di dalam sana. Setelah dari, Schönbrunn Palace, saya bersama teman-teman tidak tahu lagi harus berjalan ke mana. Pertokoan pastinya tutup, begitu juga museum-museum lainnya. Jadilah, saya berkeliling di Vienna. Ada beberapa tempat yang saya singgahi sambil menuju pulang dan mencari makan malam.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s