Hypnobirthing Versi Cinderella

Sejak dinyatakan hamil, bukannya saya bahagia tapi malah justru deg-deg’an. Waktu itu, saya berpikir semoga kehamilan ini berlangsung baik-baik saja. Sejak itulah, saya rajin browsing dan membaca segala buku-buku tentang kehamilan. Akhirnya saya menemukan kata “hypnobirthing” dan hypnobirthing ini merupakan ilmu yang harus saya pelajari!

Hypnobirthing merupakan metode melahirkan tanpa rasa sakit. Saya penasaran dengan hal ini, apakah mungkin bisa melahirkan tanpa rasa sakit? Lalu saya pun bergabung dengan milis tersebut dan rajin berkunjung ke webnya Hypnobirthing. Metode ini sudah ada sejak lama, namun beberapa tahun terakhir pakar hypnobirthing, Lanny Kuswandi-lah yang mempopulerkannya.

Di rumah sakit di mana saya kontrol, Rumah Sakit Bersalin Duren Tiga, sudah ada kelas untuk Hypnobirthing. Saya pun mengikuti kelasnya sejak usia kehamilan 37 minggu sekaligus mengikuti senam hamil. Awal mula latihan Hypnobirthing, saya diajarkan untuk berlatih bernapas dan mengatur agar diri saya tenang. Kemudian meregangkan urat-urat syaraf, melemaskan bagian tubuh saya hingga saya rileks. Kemudian, saya di bawa ke tempat yang saya sukai, yaitu pantai. Di situlah saya harus membayangkan saya berada di pantai bersama bayi saya yang sudah lahir, dan saya merasa NYAMAN. Kata NYAMAN itulah yang terus diucapkan berkali-kali oleh instruktur Hypnobirthing. Instruktur Hypnobirthing terus mengucapkan kata-kata dengan iringan lagu yang membuat saya NYAMAN. Saking nyamannya, ibu di sebelah saya sudah tertidur ngorok. Setelah selesai latihan, instruktur Hypnobirthing menyarankan untuk mengulangi latihan di rumah. Saya pun melakukannya setiap mau tidur, biasanya saya menyempatkan untuk latihan Hypnobirthing. Memang sih, tidak persis sama dengan didampingi oleh instruktur, tapi setidaknya terus mencoba.

Hingga akhirnya, waktu melahirkan pun tiba. Saya masuk rumah sakit saat sudah bukaan 2. Waktu itu, saya masuk RS pada tanggal 09-09-09 (9 September 2009). Tapi ternyata, lahirnya tidak tanggal segitu :p. Oke, setelah masuk tidak ada tanda-tanda pembukaan bertambah. Padahal saya sudah tidak sabar bisa menggendong adek baby. Esok harinya, saya pun belum ada rasa mulas dan bukaan belum bertambah, hingga akhirnya saya diinduksi sampai 2 kali dengan obat tablet.

Pukul 16.00, perut saya sudah mulai mulas, awalnya sebentar, tapi makin lama semakin mulas dan kontraksi pun semakin kencang. Saya segera minta untuk dipanggilkan suster pendamping Hypnobirthing. Mulesnya semakin mules, tapi suster tetap mengecek bukaan jalan lahir, dan ternyata masih bukaan 2. Pukul 17.00 air ketuban saya pecah. Mulesnya pun semakin menjadi. Tapi untungnya suster pendamping Hypnobirthing masih setia menemani saya. Padahal waktu itu waktu sudah hampir waktu buka puasa. Setelah air ketuban pecah, suster pun mengecek air ketuban dan bukaan saya yang masih 4. Rupanya sudah mulai bertambah, dan rasa ngeden pun sudah ada, tapi nggak boleh ngeden. L

Kurang lebih setengah jam setelah air ketuban pecah, suster mengecek kembali bukaan jalan lahir. Setelah mengecek, suster langsung keluar ruangan dan mengambil tempat tidur dorong (apa sih itu namanya ya?). Saya yang sedang mules, bingung apa yang terjadi. Suster pun tidak memberitahukan maksudnya. Suster cuma bilang saya harus pindah ke ruang bersalin. Setelah di ruang bersalin, saya pun bertanya, sekarang bukaan berapa? Ternyata, sudah bukaan 9. Jadi menurut saya, metode Hypnobirthing dapat melancarkan pembukaan jalan lahir.

Nah, bukaan sudah kumplit, berarti sekarang kalo kontraksi datang, sudah tidak perlu menahan ngeden lagi :p. Asyik! Oke, ternyata perihal ngeden itu juga nggak mudah. Berulang kali ngeden tapi kepala si jabang baby belum juga nongol, nggak heran saya selalu minta minum pada suster yang jaga di samping saya. Ngeden bikin aus! Loh, suami saya ke mana yaa? Oh ternyata, ketika Hypnobirthing, suami saya mundur ke arah kepala saya, bukan di samping saya lagi. Sepertinya dia selamat dari cakaran saya, karena metode hypnobirthing tidak memperbolehkan tangan menggenggam apalagi nyakar ya :p.

Setiap konstraksi datang, ada rasa semangat untuk menggeluarkan si adek baby ini. Setelah hampir setengah jam, akhirnya adek baby lahir juga. Ternyata, semangat ingin cepat ketemu adek baby inilah yang memberikan tenaga lebih untuk ngeden. Ingat, perihal ngeden bukan urusan yang mudah loh.

_

Setelah proses lahiran sempurna, adek baby langsung menjalankan IMD (Inisiasi Menyusui Dini) sambil memandangi adek baby yang ternyata berat juga! Ya, beratnya 3,7 kg! Alhamdullilah. Abis IMD, adek baby dibersihkan oleh suster. Saya pun masih beristirahat di ruang bersalin. Suami saya sudah sibuk dengan telponnya yang bunyi-bunyi menanyakan kabar saya dan adek baby. Begitu juga dengan saya, saya menyempatkan mengirimkan sms ke sahabat saya kalau saya sudah lahiran, dan dia pun langsung menelpon. Dia tidak percaya kalau saya sudah lahiran. Katanya suara saya tidak seperti abis lahiran!πŸ˜€ Selain telepon, saya juga menyempatkan langsung mengupdate status, dan sekejap comment pun membanjiri.

Oke, kesimpulan saya mengenai Hypnobirthing ini adalah:

  1. Menenangkan saya
  2. Memperlancar jalan lahir/bukaan
  3. Menghemat energi karena tidak boleh menggenggam, mengepalkan tangan, menangis kenceng, apalagi berteriak
  4. Selalu berpikir positif
  5. Mengurangi rasa takut lahiran
  6. Metode ini sangat aman untuk suami!

Jadi kalau kamu hamil, apa kamu mau mencoba Hypnobirthing? It’s worth to try!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s